Piala FA Inggris

Kembalinya Sang Raja

Dalam kurun dua hari sejak tumbangnya juara bertahan Piala FA, Manchester City, di kandang sendiri dalam laga dramatis melawan seteru abadinya, Manchester United, di Stadion Emirates, Selasa dinihari (10/2), tuan rumah Arsenal turun bertarung melawan anak bawang Leeds dalam lanjutan laga Piala FA. Siapa nyana, Leeds yang kini terdepak dari persaingan di liga utama Inggris itu mampu membuat frustrasi tim Gudang Peluru, karena hingga menit ke-68 tak juga mampu menyarangkan satupun gol ke gawang Leeds yang dijaga dengan cemerlang oleh Andy Lonergen yang mampu menepis rentetan tembakan maut dari Mikel Arteta, Andrei Arshavin, Aaron Ramsey dan Maruone Chamakh. Duel yang dipimpin wasit Clattenburg itu dipenuhi penonton yang seperti menanti sesuatu.

Babak kedua, pelatih kawakan Arsenal, Arsene Wenger, akhirnya menurunkan sekaligus dua penyerang untuk menyuntik lini depan mereka yang apes. Pada menit ke-68 itu dia memasukkan sayap timnas Inggris yang pegas dan lincah, Theo Walcott. Dan ini dia yang ditunggu-tunggu, Wenger juga melesakkan satu mantan penyerang legendaris tim London Utara itu. Dialah sang idola, striker yang selama bergabung dengan Arsenal tempo hari telah melesakkan 226 gol, Thierry Henry. Penyerang jangkung itu datang ke Emirates sebagai pemain pinjaman dari Red Bulls New York. Dengan gaya cool yang menjadi ciri khasnya, Henry kembali ke lapangan kebanggan Arsenal pada saat dirinya tak lagi muda. Dia kini diambang senja sebagai atlet. Usianya sekarang 34 tahun. Penonton segera memberi standing ovation saat kakinya menyentuh stadion megah itu dengan menggantikan Maruone Chamakh yang bermain di bawah form.

Mengenakan kostum dengan nomor punggung 12 (nomor 14 yang dulu dikenakakannya kini dipakai Walcott) Henry mulai berlari mencari posisi. Dia langsung menyatu dengan rekan-rekannya yang usianya jauh di bawah dirinya. Di tribun, bintang Manu yang terdepak ke Spanyol dan AS, David Beckham bersama dua putranya, memberi salut kepada Henry. Penonton terus menyemangati mantan bintang timnas Perancis itu setiap dia menyentuh bola. Sampai pada menit ke 78:20, berdiri dengan kawalan ketat di dekat kotak 16 Leeds, Henry membuktikan bahwa dia masih mantan striker cemerlang yang masih memiliki amunisi yang mematikan. Melihat pergerakan spekulasi dari lapangan tengah timnya, Henry terlihat mengambil ancang-ancang. Feeling-nya sama sekali tak meleset, di antara dua bek Leeds, Darren O’Dea dan Aidan White, tiba-tiba gelandang Arsenal, Alex Song, melepaskan umpan terobosan ke arahnya. Dengan cepat, Henry bergerak menyambut bola spekulasi tersebut.

Dengan satu sentuhan, Henry menahan sekejap dan melepaskan sepakan tak terlalu kencang, namun dengan penempatan dan akurasi tinggi, bola meluncur ke tiang jauh melampaui jangkauan tangan Lonergen. Gol! Replay adegan memperlihatkan bola menggoncang jala tepat pada 78:22. Henry yang kini memelihara janggut berteriak histeris ke arah pendukung yang kegirangan menyambut gol perdana sebagai debutnya di Emirates. Henry melakukan selebrasi di sekitar sayap tribun Emirates. Semua senang. Sampai kamera menangkap poster yang diacungkan seorang perempuan paruh baya, "Welcome Home Thierry", begitu tulisannya. Sang Raja (King Henry) telah kembali.

Dia berlari ke bench dan memeluk kencang guru dan pelatih yang sangat dihormatinya. Arsene juga tampak sumringah. Kiper Arsenal Wojciech Szczesny berlari meninggalkan gawangnya memburu Henry untuk memeluknya. Semua pemain Arsenal terlihat begitu lega setelah gol Henry yang indah tersebut. Arsenal berubah menguasai permainan. Hingga peluit panjang ditiupkan, tim tuan rumah akhirnya menang dengan gol tunggal tadi. Arsenal sendiri menguasai 63 persen penguasaan bola.

Dua hari silam, di stadion Emirates milik Manchester City, berlangsung duel derbi yang dramatis dan bertensi tinggi. Tim Roberto Mancini itu difavoritkan bakal menekuk seterunya dengan mudah. Maklum dua pertandingan sebelumnya adalah hari naas bagi Fergie dan timnya. Mereka ditekuk kesebelasan nomor buncit di liga primer Blackburn Rovers, lalu 72 jam kemudian Manu harus turun melawan tuan rumah Newcastle United. Hasilnya di luar dugaan, Manu ditekuk dengan telak 3-0 di kandang tim belang-belang zebra yang juga disebut sebagai The Toon. Meskipun Mancini telah memperingatkan anak asuhnya untuk ekstra hati-hati, wasit Chris Foy sesungguhnya membuat pertarungan menjadi berantakan. Dia memberi kartu merah langsung pada sang kapten bertubuh raksasa, Vincent Kompany, yang dianggap mengambil Nani dengan tackling dua kaki. Sejak itu, Manu merajalela dan mencetak 3 gol tanpa balas di babak kedua.

Namun yang menarik justru di bench pelatih Manu, Alex Ferguson, tengah memberi aba-aba. Itu instruksi untuk gelandang gaek berusia 37 tahun, Paul Scholes. Seperti kehabisan akal atas cedera yang menerpa para pemain tengahnya, Fergie berhasil membujuk gelandang yang telah menggantungkan sepatu itu. Fans riuh menghormati Scholes yang akhirnya masuk ke lapangan menggantikan Nani. Kehadiran Scholes selanjutnya seperti lagu galau yang mengharu biru. Dia salah umpan sehingga Kun Aguero berhasil membobol gawang Manu yang dijaga kiper muda Lindegaard. Meskipun bermain dengan 10 pemain, City tetap tangguh dan berhasil membalas dua gol. Beruntung waktu ternyata tak cukup bagi sang juara bertahan untuk menambah gol lagi. Mereka gugur secara terhormat. Scholes yang masih kikuk dapat terselamatkan dari kekalahan ketiga secara berturut-turut.

Bagaimanapun, kehadiran Scholes dan Henry tampaknya untuk beberapa bulan ke depan bakal mengisi euphoria kedua fans mereka dan tentunya media. Sama seperti Fergie, Wenger memilih keputusan mendatangkan Henry --meskipun hanya untuk dua bulan ke depan-- untuk mengatasi badai cedera dan juga kepergian dua andalannya termasuk Gervinho yang harus membela negaranya memperebutkan Piala Afrika. Fenomena kembalinya Henry disambut hangat para fans nya sekaligus juga mengobati luka lama yang mengiringi kepergian sang striker yang harus hijrah ke Barcelona saat dirinya berada di atas daun. Sementara fans mereka berdua tampaknya berharap banyak pada sentuhan magis mereka berdua, tak peduli usia dua mantan bintang cemerlang itu kini tak lagi muda.

oscar motuloh
kurator dan penikmat sepakbola

Foto: Thierry Henry (REUTERS/Eddie Keogh)

Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use