Premiere Berdarah

Amok Biadab di Teater Realitas

Pas di saat umat Islam memasuki awal Ramadhan yang teduh, penayangan perdana (premiere) "Dark Knight Rises", epilog dari trilogi Batman produksi Warner Bros, langsung menaklukkan bioskop-bioskop elite ibukota. Film besutan Chritstopher Nolan dan dibintangi Christian Bale itu diprediksi bakal menjadi box office baru yang segera menggilas film-film nasional yang tengah beredar di akhir pekan ini. Semua kursi telah penuh hingga Rabu mendatang, sekedar untuk melihat aksi Batman memberangus kebiadaban Bane, musuh barunya yang menebar habis darah penduduk Gotham City.

Sementara itu, sebuah peristiwa menggemparkan terjadi di Aurora, Colorado, AS. Kota kecil berpenduduk 324.078 (versi sensus 2010) yang terletak di pinggiran Denver yang terkenal damai gemah ripah itu, mendadak berlumur darah segar puluhan penonton akibat kebuasan penggemar fanatik Batman, saat premiere "Dark Knight Rises" ditayangkan di teater nomor 9 bioskop Century 16, Jumat dinihari (20/7) waktu setempat.

Mengenakan kostum seperti tokoh Bane, sang penjagal, pemuda kulit putih 24 tahun bernama James Eagan Holmes menerobos masuk ke dalam teater melalui pintu darurat saat pertunjukan baru 15 menit diputar. Dengan masker gas berwarna gelap dan rompi anti peluru di dada, dia melemparkan sejenis bom asap ke arah penonton sebelum mulai menembak dengan senapan otomatis ke layar dan penonton secara serampangan.

Mulanya penonton mengira aksi itu cuma semacam bonus dari pertunjukan. Namun saat korban mulai berjatuhan, kepanikan dan teriakan histeris segera memenuhi cakrawala bioskop yang dipenuhi aroma mesiu yang masih segar. Sepuluh penonton tewas seketika, dua lainnya menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke RS terdekat. Kebanyakan dari mereka yang tewas adalah anak-anak muda. Sebanyak 38 korban lainnya mengalami cedera. Beberapa di antaranya adalah penonton di teater nomor 8 yang letaknya bersebelahan dan memutar film yang sama.

Holmes, yang drop-out sebagai mahasiswa kedokteran University of Colorado School of Medicine di Denver beberapa bulan sebelumnya, tampak telah menyiapkan aksi brutalnya dengan rencana matang. Bahkan sebelum berangkat ke teater, dia memasang beberapa ranjau di apartemennya, sekitar tujuh km ke utara dari Century 16. Tak seperti belasan penembakan brutal yang pernah terjadi di AS sebelumnya, dimana umumnya sang pelaku bunuh diri usai beraksi, Holmes tak melakukan perlawanan saat disergap polisi setempat. Dia malah mengaku pada polisi yang akan menggeledah apartemennya bahwa dia memasang ranjau di sana. Dari mobil yang digunakannya, polisi berhasil menyita beberapa senjata api termasuk senjata otomatis legendaris AK-47 yang diciptakan oleh Kalashnikov. Di apartemennya ditemukan sekitar lima buah ranjau dan peledak yang siap memakan korban.

Peristiwa biadab tersebut membatalkan kampanye kedua Presiden Barack Obama yang memutuskan segera kembali ke Gedung Putih yang dipastikan aman. Obama menyebut penembakan maut itu sebagai "mengerikan dan tragis". Sementara pejabat Perwakilan Federal untuk kawasan Colorado termasuk Aurora, Ed Perlmutter menyatakan, "Colorado bukanlah kawasan identik dengan kekerasan, tapi ternyata kita memiliki warga yang sadis".

Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano menyatakan sangat sedih dan memerintahkan penyidikan yang sangat segera atas peristiwa tersebut. Sementara pihak Warner Bros yang memproduksi film Batman yang penuh adegan kekerasan itu telah membatalkan premiere film yang tadinya mendatangkan artis pendukungnya di Paris dan Finlandia. Mereka juga menarik pemutaran trailer film mereka yang akan beredar pada September mendatang, "Gangster Squad". FBI buru-buru menyatakan bahwa aksi Holmes adalah aksi solo, tak berkaitan dengan jaringan terorisme. Namanya akan tercatat dalam sejarah hitam AS sebagai manusia biadab yang melanjutkan aksi penembakan yang pernah menewakan 13 orang dan 24 lainnya luka-luka di SMA Columbine Denver pada tahun 1999.

Episoda "Rises" yang mengambil lokasi di Jodhpur India, London, Nottingham, Glasgow, Los Angeles, New York, New Jersey, dan Pittsburg, versi portal film IMDB.com, dirampungkan dengan biaya produksi 250 juta dolar AS. Kostum untuk musuh baru Batman yang diperankan oleh Tom Hardy dirancang Lindy Hemming yang berusaha mengesankan citra seorang diktator sekaligus pejuang dalam diri Bane. Karakter Bane memang dikisahkan sebagai psikopat mantan tentara bayaran yang luar biasa bengis. Untuk mencapai citra tersebut, Hemming terinspirasi dari jaket militer Swedia yang dipadu dengan busana para pejuang Revolusi Perancis. Meskipun secara masker, penampilan pernik topeng yang dikenakan Hanibal Lecter (Anthony Hopkins) dalam "Silence of the Lamb" (disutradarai Jonathan Demme) masih jauh lebih berkarakter serta dingin menyeramkan. Dalam tangan dingin Chris Nolan yang dalam penulisan skenarionya dibantu adiknya Jonathan, "Rises" adalah nadi psikis yang mampu menggugah serial Batman sebagai pahlawan yang memiliki trauma keluarga dan "nyaris" psikopat secara protagonis.

Trilogi serial Batman yang digarap Nolan belakangan ini adalah khas dan manusiawi. Tak berlebihan jika disebut bahwa penggarapan karakter Batman versi Nolan dengan memberikan casting pada Christian Bale adalah pilihan cerdas. Bale adalah Batman terbaik dari seluruh produksi dari tafsir sinema yang diangkat berdasar tokoh DC Comics yang usianya sudah lebih dari tujuhpuluh tahun itu.

Sementara untuk Nolan, terpaksa dan dengan berat hati harus disebutkan lebih baik dari jaman Tim Burton saat menyutradarai serial-serial Batman dengan Michael Keaton sebagai Bruce Wayne yang canggung. Artinya, trilogi Nolan perihal sang Pahlawan Kegelapan yang menjadi salah satu julukan Batman tersebut adalah karya terbaik dari seluruh sinema Batman yang pernah diproduksi. Bob Kane dan Bill Finger sebagai penggambar dan pembuat cerita dalam serial komik Batman mestinya bahagia, karena Nolan berhasil menyadur hasrat dalam karakter Batman sebagai pahlawan manusiawi yang tak memiliki kekuatan super seperti Superman, Hulk ataupun Spiderman. Dia hanyalah pria kaya kesepian dengan mimpi buruk yang sangat traumatik karena menyaksikan kedua orangtuanya dibunuh di depan hidungnya, sehingga memicunya untuk membasmi kejahatan dengan berbagai peralatan canggih yang membantunya beraksi saat melawan kezaliman.

Di antara budaya pop yang berpengaruh terhadap generasi muda, sinematografi termasuk di dalamnya, kita sekaligus dapat mengamati dua polar yang terletak dalam dua kutub yang berlawanan sebagai ujung magnetnya. Kreativitas nan inspiratif dan konstruktif melawan kreativitas destruktif yang juga menjadi impak dari produk-produk kreatif tersebut. Kita melihat bagaimana Heath Ledger yang musnah akibat dirinya sendiri, misteri kematian David Carradine, John Lennon yang dibunuh oleh fans beratnya untuk sebentuk alasan yang picisan, anjuran bunuh diri ala Ozzy dan produksi film horor plus sinema esek-esek nasional. Dan akhirnya, dominasi kekerasan Holmes adalah produk "docudrama" insan manusia yang setara dengan para pahlawan kegelapan yang sesungguhya memandang pencitraan sebagai dewa yang dilukis di dinding untuk dipuja dengan kekerdilan jiwa, sekaligus menjadikan perilaku psikologis Holmes – mungkin – bagi Nolan sendiri sebagai perihal nonfiksional dari karakteristik Batman sebagai Pahlawan Kegelapan.

oscar motuloh
moviegoer

Foto: Aktor Christian Bale dan istrinya Sibi saat menghadiri premiere film "The Dark Knight Rises" di Leicester Square, London, Inggris, Rabu (18/7) (Reuters/Andrew Winning)

Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use