Menikmati Kejutan Guns N Roses

Suasana di dalam Mata Elang International Stadium (Meis) Ancol, Minggu siang (16/12), tiba-tiba bergemuruh saat lampu tiba-tiba dimatikan. Sekelompok penonton dengan kaos hitam bergambar bedil dan bunga mawar yang tadinya duduk manis di barisan belakang sontak berdiri sambil berteriak. Mereka mengacungkan tiga jari saat vokalis Guns N’ Roses (GNR) Axl Rose muncul berjingkrak membuka konser dengan lagu "Chinese Democracy".

Penundaan jadwal konser yang semula akan digelar di Senayan sehari sebelumnya ternyata tidak menyurutkan langkah para penggemar GNR. Mereka tetap antusias dan rela antre di bawah terik matahari sebelum memasuki arena untuk bernostalgia.

GNR menuntaskan janjinya untuk tampil spektakuler untuk memuaskan hasrat para penggemarnya di Jakarta. Tampil selama hampir tiga jam, Axl Rose dan kawan-kawan memukau penonton dengan sederetan lagu hits yang mereka ambil dari album "Appetite for Distruction" hingga yang terbaru, "Chinese Democracy". Dengan gaya khasnya, Axl Rose tampil ala Western dengan topi koboi dan jaket kulit hitam dan celana jins sobek. Tanpa basa-basi, dia langsung memberondong penonton dengan sejumlah tembang milik GNR yang populer. Setelah "Chinese Democracy", panggung langsung digedor dengan "Welcome to the Jungle" yang disusul "It's So Easy", "Mr.Brownstone", dan "Estranged".

"Halo Jakarta, Selamat Siang", sapanya dengan sopan kepada penonton usai menuntaskan "Estranged". Axl terlihat masih enerjik bernyanyi dan suaranya masih melengking tinggi. Bahkan siulannya masih merdu saat membawakan intro "Patience". Sayang, aksi panggungnya tidak selincah dulu. Begitu pula dengan para gitaris DJ Ashba, Richard Fortus, Ron "Bumblefoot" Thal, pemain bas Tommy Stinson, pemain kibor Dizzy Reed dan Chris Pitman, serta penggebuk drum Frank Ferrer beraksi atraktif di panggung.

Usai memperkenalkan personil kepada penonton, Axl Rose langsung menggebrak lagi dengan "Rocket Queen", "Live and Let Die", "This I Love", "Better" dan "You Could Be Mine". Sejumlah kejutan panggung mulai ditampilkan. Saat panggung kembali gelap, samar-samar muncul Richard dan Ron memainkan intro tembang legendaris Pink Floyd, "Another Brick in The Wall", intro manis itu langsung disambut Axl Rose dengan menyanyikan sebait tembang itu, dan langsung disusul pemainan pianonya. Penonton berteriak saat "November Rain" meluncur dan mereka pun larut bernyanyi bersama.

Kejutan berikutnya adalah ketika gitaris Ron memainkan penggalan "Indonesia Raya" yang seketika langsung disambut penonton dengan menyanyi lagu kebangsaan itu dengan hikmat. "Bumblefoot" memang piawai dalam memancing penonton dengan intro gitarnya. Dia pula yang berhasil mengajak penonton koor menyanyikan intro lagu "Don't Cry" diiringi petikan gitarnya. Selain itu, solo gitarnya selalu mendapat tepuk tangan penonton.

Kalau ada yang menjadi bintang siang itu, dia adalah gitaris DJ Ashba. Penampilan dan suara gitarnya memang paling mirip dengan mantan gitaris Slash. Tiap aksinya disambut meriah. Aksi solo gitarnya yang kerap dibawakan dalam tur show GNR bertajuk "Mi Amor" mendapat sambutan gemuruh, apalagi ketika disambung dengan intro "Sweet Child O Mine" yang melegenda itu. Walhasil, DJ Ashba seolah bertugas menjaga "ruh" GNR, band yang pernah dijuluki paling berbahaya di muka bumi ini.

Di bagian terakhir, GNR menyajikan "Patience" dan "Paradise City" sebaga encore. Dua lagu itu memang sudah dihafal penonton, maka tak heran jika mampu "membakar" semangat mereka. Ribuan penonton larut untuk ikut bernyanyi sambil mengacungkan tiga jarinya.

"Saya berterimakasih untuk semua. You are amazing. We love you. Thank you," pungkas Axl. Dia pun mengajak seluruh personil di panggung untuk bergandengan tangan bersama dan membungkukkan badan bersama ke arah penonton, sebuah ritual wajib di setiap pertunjukan musik.

Tidak ada aksi bengal Axl Rose yang selama ini ditakutkan. Kali ini dia tampil sopan dan professional.

Zarqoni Maksum
editor foto dan penikmat musik

Foto: Antara/Andika Wahyu


Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use