bencana longsor manggarai

BENCANA LONGSOR MANGGARAI


Jubah malam baru saja disematkan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, saat bencana tanah longsor pada hari Jumat 2 Maret 2007 pukul 18.00 WITA menelan hidup-hidup sedikitnya 42 warga, menyebabkan 26 orang hilang, mencederai 26 warga, memaksa ribuan lainnya berlindung di tempat-tempat yang lebih aman, serta meninggalkan sedikitnya 1.312 rumah mereka yang rusak tertimbun longsor.



Bencana ini menimpa sembilan dari 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Manggarai seperti Cibal, Lambaleda, Reok, Wae Ri'i, Poco Ranaka, Ruteng, Langke Rembong, Sambi Rampas, dan Kota Komba.



Berbagai sarana dan prasarana umum seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, listrik, sekolah, dan jaringan air minum rusak sehingga penyaluran bantuan menjadi terhambat. Cuaca buruk juga menghalangi pemberian bantuan melalui udara.


"Bencana adalah bencana, tapi kita harus tetap berjuang untuk hidup kita. Jangan hanya berpangku tangan. Bangun. Bekerja, bekerja, dan bekerja. Jangan menyerah pada nasib," ujar Bupati Manggarai Christian Rotok di hadapan ribuan warganya yang menjadi pengungsi di Aula Paroki Pagal Cibal Manggarai, Sabtu (10/3), disambut teriakan warga yang menyiratkan semangat dan kekuatan untuk bangun dari keterpurukan.





Teks dan foto: Andika Wahyu

12/3/2007 22:24

12793 x dilihat  0 komentar  0 penilai

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Nilai
  • Komentar
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon