20 Okt 2014

MADE IN BALI

made in bali

MADE IN BALI

Kepeng hingga kini masih dipergunakan di Bali. Uang logam berlubang yang berasal dari China sejak sekitar abad IX itu memiliki arti sangat penting bagi masyarakat setempat karena menyangkut aspek sosial, budaya, agama dan ekonomi mereka.

Permintaan kepeng yang terus meningkat untuk berbagai kegiatan ritual Hindu sejak berabad-abad lamanya tidak pernah disertai upaya untuk memproduksinya di Bali karena pada jaman kerajaan di masa lampau uang itu selalu bisa didatangkan langsung dari negeri Cina.

Sejak berakhirnya jaman kerajaan-kerajaan di Nusantara dan China, impor koin dari Negeri Tirai Bambu sudah tak ada lagi sehingga keberadaan koin yang disebut juga "pis bolong" itu kini semakin langka.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Pelestarian Warisan Budaya Bali (Bali Heritage Trust) sejak beberapa tahun terakhir melakukan upaya untuk memproduksi uang kepeng yang sesuai dengan bahan aslinya.

Seorang pengusaha dari Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung, I Made Sukma Swacita yang memperoleh hak paten dalam hal produksi uang kepeng itu mengatakan, pabriknya kini hanya sanggup memproduksi kepeng hingga 20 ribu keping/hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali yang mencapai 50 ribu keping/hari.

Foto dan Teks: I Nyoman Budhiana

16/8/2007 19:0

18519 x dilihat