29 Jul 2014 :: Diperbarui 8 jam lalu

Sang Maestro

sang maestro

SANG MAESTRO

Sebagian besar hidup Mimi Rasinah didedikasikan untuk berjuang mempertahankan tradisi tari topeng cirebon. Dari sebuah sanggar sederhana di rumahnya di Desa Pekandangan, Indramayu, Jawa Barat, ia menurunkan kebisaan menari topeng yang kian lekang dimakan zaman kepada dua generasi penerusnya.

Nama Mimi Rasinah sudah kesohor sebagai seorang maestro tari topeng Cirebon. Ia pernah berkelana dari pergelaran ke pergelaran, bahkan hingga mancanegara. Kini, di usianya ke-80, Mimi Rasinah masih punya semangat. Meskipun stroke mengurung raganya hingga ia terpaksa duduk di atas kasur sembari menemani cicit bermain, Mimi Rasinah masih bersemangat setiap kali mendengar alunan musik pengiring tari topeng dimainkan.

Jemari lentik Mimi Rasinah pun masih mampu memukau penonton tatkala ia tampil pada sebuah pementasan dalam rangka peringatan hari lahirnya yang ke-80 pada 20 Maret lalu. Saat tampil berdua bersama cucunya, Aerly Rasinah, dalam sebuah tarian simbolik prosesi penurunan pusaka kepada sang ahli waris berupa Tari Panji Rogo Sukmo, Mimi Rasinah masih memperlihatkan kekuatan dan kharismanya sebagai seniman sejati. Semangatnya yang tinggi mampu mengalahkan segala keterbatasan. Sang maestro bisa saja lumpuh secara fisik dan kian sepuh, tapi dian dalam jiwanya tidaklah padam.



“Dirgahayu Mimi Rasinah”

Foto dan Teks: Ismar Patrizki (Antarafoto)



6/4/2010 10:0

22095 x dilihat