26 Jul 2014 :: Diperbarui 34 menit lalu

GUA HIRA, MENAPAKI JEJAK SANG RASUL

gua hira, menapaki jejak sang rasul

GUA HIRA, MENAPAKI JEJAK SANG RASUL

Bagi setiap muslim yang tengah menunaikan haji tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi gua Hira sebuah gua bersejarah di puncak Jabal  Nur yang terletak 6 km sebelah utara dari Masjidil Haram. Di sana wahyu pertama diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad yang tengah berada di dalamnya. Tidak mudah untuk mencapai puncak  setinggi  500 meter itu, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan menyusuri anak tangga yang kemiringan cukup terjal di lereng berbatu. Menaiki tangga pertama, segerombolan kera babon  berlarian sebagai tanda penyambutan, di atasnya sejumlah burung elang terbang mengawasi seolah sebagai penjaga bukit. Berbagai graffiti mulai dari yang mengagungkan Asma Allah hingga nama diri tercoret di dinding batu hingga puncak bukit.

Kelelahan yang dirasa sirna seketika sesampainya di puncak,  pemandangan sore begitu menakjubkan, matahari memancarkan semburat kemerahan melapisi Kota Mekkah, dan lampu kota yang mulai menyala sebagai tanda pergantian waktu. Gua terletak 15 meter lebih rendah dari puncak bukit, sebelum mencapai gua harus melalui celah batu sempit yang hanya bisa dilalui satu orang. Tepat di hadapan gua di kejauhan nampak keagungan Masjidil Haram tempat Kabah (Baitullah) berada  yang kini berdampingan dengan pencakar langit Menara Jam Mekkah

Sore itu, gua yang hanya mampu menampung dua orang  telah disesaki peziarah, antre untuk dapat berdoa atau pun shalat memohon kepada Sang Khalik. Hingga malam tiba pengunjung tak putus putusnya berdatangan, mereka umumnya dari Turki,Pakistan, India, Banglades dan sejumlah negara lainnya di Asia termasuk Indonesia Namun sayangnya, pemerintah Arab Saudi malah tidak memelihara tempat bersejarah itu, malahan menghimbau untuk tidak mendaki atau mengunjungi tempat itu.



Foto & Cerita : Saptono [Pewartafoto yang tengah meliput Haji di Mekkah]

31/10/2010 15:40

19647 x dilihat