23 Apr 2014 :: Diperbarui lalu

Bulutangkis Peduli Merapi

bulutangkis peduli merapi

BULUTANGKIS PEDULI MERAPI

Sejumlah Legenda bulutangkis Indonesia dan para juara dunia berkumpul di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (19/12) lalu. Kali ini mereka tidak bertanding untuk memperebutkan piala, tapi mereka hadir untuk ikut merasakan dan peduli terhadap penderitaan para pengungsi Merapi dengan cara menggalang dana bantuan dan perhelatan yang bertajuk “Bulutangkis Peduli Merapi”.

Para jawara dan pendekar bulutangkis turun gunung, sebut saja nama-nama yang melegenda seperti Tan Joe Hok, Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, Hastomo Arbi, Sigit Budiarto dan Christian Hadinata, masih ditambah nama besar lainnya Taufik Hidayat, Nova Widianto dan Simon Santoso.

Hadir juga, mantan ratu bulutangkis Susy Susanti, Rosiana Tendean, Ivana Lie, Maria Fransisca, sementara generasi yang lebih muda diwakili Liliyana Natsir, Vita Marissa, Maria Febe, Greysia Polii, Meiliana Jauhari, Shendy Puspa, Nitya, Pia Zebadiah dan Andriyanti Firdasari

Nama-nama besar itu bersatu karena panggilan jiwa sosialnya, kepeduliannya atas nasib sesama, untuk ikut serta meringankan beban para korban dengan melakukan pertandingan amal, melelang raket kebanggaannya, bahkan tak segan berkeliling ke tribun penonton untuk mengumpulkan sumbangan secara spontan.

Akhirnya dari semua pemasukkan tersebut terkumpul  dana  sebesar Rp 831.090.000,00 yang nantinya akan diserahkan kepada para korban bencana letusan Gunung Merapi melalui Palang Merah Indonesia.

Acara yang digagas Komunitas Bulutangkis Indonesia (KBI) bekerja sama dengan Djarum Foundation ini barangkali menunjukkan betapa masih banyak warga negara dan kalangan swasta yang masih punya kepedulian terhadap sesamanya, apapun profesinya dan siapapun orangnya.

Simaklah kesan Sang Legenda Susi Susanti, "Saya sebagai warga Indonesia tentu tergerak hati untuk meringankan derita korban, saya akan membantu saudara-saudara lewat bulutangkis juga karena hidup saya dari bulutangkis.

Sementara itu Taufik Hidayat berharap kegiatan itu amal ini dapat meringankan dan bermanfaat bagi korban, dan yang terpenting bisa membantu memberi semangat untuk bangkit kembali dalam menjalani kehidupannya setelah tertimpa bencana.





Teks: Zarqoni Maksum

Foto: Andika Bheta dan Akbar Nugraha Gumay



20/12/2010 16:5

17784 x dilihat