22 Okt 2014

PARADOKS PARA

paradoks para

PARADOKS PARA

Siapa bilang orang berkaki satu atau bahkan yang tidak berkaki tidak bisa berlari kencang? Siapa bilang orang bertangan satu atau yang tidak bertangan tidak dapat berenang cepat? Jangan pernah sekali pun meremehkan para penyandang disabilitas. Mungkin begitu pesan yang diterima dalam otak orang-orang “sempurna” yang menyaksikkan laga ASEAN Paragames VI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 15-20 Desember 2011 lalu.

Para atlet penyandang disabilitas fisik, mental, dan sensoral saling berkompetisi untuk menjadi yang tercepat dan terkuat pada ajang dua tahunan se-Asia Tenggara, ASEAN Paragames. Bermodal semangat, mereka berlaga di lintasan dan arena. Mereka berusaha melampaui kemampuan “manusia utuh” di tengah keterbatasan diri, demi harumnya nama negara. Walaupun mereka tahu negara yang dibela tak jarang hanya memandang sebelah mata dan minim memberi perhatian kepada mereka.

Bagi sebagian atlet disabilitas, perjuangan mereka tidak sia-sia, kucuran keringat berhasil membawa mereka menempati podium pemenang. Medali berikut bonus yang berhasil mereka peroleh menjadi modal untuk kembali berjuang meraih mimpi yang lebih tinggi. Modal yang menjadi pemacu semangat mereka untuk dapat lebih maju, dan berdayaguna bagi masyarakat banyak, di tengah keterbatasan mereka. Hal tersebut menjadi mimpi yang mungkin untuk sebagian besar penyandang disabilitas hanya akan tetap menjadi mimpi. Yang juga menjadi mimpi hampir tujuh juta penyandang disabilitas di bumi pertiwi, Indonesia.

Foto dan Teks: Ismar Patrizki

11/2/2012 19:5

15903 x dilihat