17 Apr 2014 :: Diperbarui 2 menit lalu

PESTA TANI DI BUMI MINANG

pesta tani di bumi minang

PESTA TANI DI BUMI MINANG

Datangnya musim tanam padi merupakan hari istimewa bagi sebagian masyarakat Minangkabau, khususnya masyarakat di empat kecamatan di kawasan Tanah Datar, Sumatra Barat. Pada hari-hari itulah pesta adat atau “alek nagari” Pacu Jawi digelar bergiliran di Kecamatan Sungai Tarab, Pariangan, Rambatan dan Limo Kaum, serta di Payobasung, Kota Payakumbuh.



Pacu Jawi, atau memacu Sapi merupakan salah satu kegiatan tradisi turun-menurun masyarakat agraris Minangkabau. Ajang ketangkasan tradisional ini merupakan salah satu hiburan murah meriah bagi sebagian masyarakat. Sementara bagi sebagian lainnya, Pacu Jawi merupakan suatu pesta adat yang sarat akan nilai tradisi, yaitu sebuah bentuk persembahan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas hasil panen yang telah diperoleh.



Seperti yang dilakukan para petani Nagari Luak Gadang, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penduduk nagari mengawali musim tanam pada pertengahan Juni 2012 dengan menggelar alek nagari Pacu Jawi di salah satu areal persawahan. Ratusan ekor sapi dihias sedemikian rupa, lengkap dengan alat bajak yang mengikat hewan-hewan tersebut.



Sapi-sapi pun dipacu. Para joki bersimbah lumpur mempertontonkan ketangkasan mereka mengendalikan dua ekor sapi yang berlari liar membelah air yang menggenangi sawah. Seharian penuh mereka berlaga memompa adrenalin, beradu ketangkasan memacu sapi-sapi kebanggaan demi menyambut datangnya musim tanam. Saatnya para petani di Bumi Minang kembali mengangkat cangkul.





Foto dan Teks: Ismar Patrizki

3/9/2012 14:51

10632 x dilihat