KUDA HITAM DARI CIKEAS

Pendukung pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni melihat rapat pleno pengundian nomor urut Pilkada DKI Jakarta di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Warga mengacungkan satu jari ketika menyambut datangnya Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono di Pasar Paseban, Jakarta Pusat.
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan) mengunjungi Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) menyapa pendukungnya saat mendatangi Deklarasi dukungan kepadanya di halaman Stadion Tugu, Jakarta Utara.
Seorang pendukung berpidato dalam Tausiyah dan Kajian Muslimah #JakartaUntukRakyat yang juga dihadiri oleh pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Agus Yudhoyono dan Slyviana Murni di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur.
Pendukung pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni membawa poster bertuliskan nomor satu diluar lokasi rapat pleno pengundian nomor urut Pilkada DKI Jakarta di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Utara.
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono diangkat oleh pendukungnya saat mendatangi Deklarasi dukungan kepadanya di halaman Stadion Tugu, Jakarta Utara.
Pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) dan Sylviana Murni (kanan) meneriakkan yel-yel saat tiba untuk mengikuti rapat pleno pengundian nomor urut Pilkada DKI Jakarta di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan) bersama istrinya Annisa Pohan (kanan) berbincang dengan pedagang di Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (ketiga kanan) mendatangi UKM pembuat tahu saat melakukan kunjungan di Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono menjalankan salat sunah sebelum melakukan ibadah salat Jumat di Masjid Luar Batang, Jakarta Utara.
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri rapat pleno KPUD DKI Jakarta di Balai Sudirman, Jakarta Selatan.
Mengejutkan, mungkin hal itu yang banyak terbesit ketika gabungan empat partai politik mengakhiri konstelasi politiknya di Cikeas. Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono dan Slyviana Murni sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Meskipun berstatus sebagai anak sulung dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus justru tidak pernah bersinggungan dengan dunia politik. Militer, adalah jalan yang ia pilih. Lulus dengan predikat terbaik dari Akademi Militer tahun 2000, kariernya moncer, berbagai jabatan strategis berhasil diembannya, hingga akhirnya berhasil menduduki posisi Komandan Batalyon Mekanis 203/Arya Kemuning berpangkat Mayor Infantri.

Baca SemuaSenada dengan Agus, Sylviana Murni juga bukan berasal dari dunia politik. Dia merupakan satu-satunya calon gubernur atau wakil gubernur yang berasal dari dunia birokrat. Mengawali karier sebagai staf penatar Badan Pembinaan, Pendidikan dan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) di Pemprov DKI Jakarta, kariernya terus melesat,  sejumlah posisi penting seperti Walikota Jakarta Pusat, Plt Walikota Jakarta Barat, hingga Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, sukses dia duduki.

Dengan latar belakang keduanya yang bukan dari politisi serta tidak memiliki nama besar dibandingkan dua pasang kandidat lainnya, maka publik menjuluki pasangan Agus-Slyvi sebagai kuda hitam dari Cikeas.

Berbekal kampanye dengan model 'meet the people' atau menemui dan mendekatkan diri dengan masyarakat, Agus-Sylvi terus melompat dan mengerek popularitas. Dari 'bukan siapa-siapa', kini mereka justru memuncaki berbagai survei. Sejumlah lembaga survei yang mengumumkan elektabilitas cagub DKI Jakarta menempatkan pasangan Agus-Slyvi di urutan teratas, atau sejelek-jeleknya pada posisi kedua, dengan persentase berkisar 27-32 persen.

Dua bulan menjelang Pilgub DKI Jakarta, 15 Februari 2016. Patut ditunggu, apakah pasangan kuda hitam itu dapat benar-benar melompat tinggi hingga mencapai kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, ataukah hanya unggul di berbagai survei tanpa kemenangan.

Foto dan Teks: Akbar Nugroho Gumay

Ringkas
Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use