MENGUNJUNGI GUA JEPANG DI PULAU BIAK

Sebuah peta tempat dimana korban tentara Jepang akibat bom yang di jatuhkan tentara sekutu pada Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Wisatawan memasuki gerbang wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Wisatawan meilhat berbagai jenis senjata dan amunisi bekas peninggalan Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Wisatawan meilhat berbagai jenis senjata dan amunisi bekas peninggalan Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Helm dan veples bekas tentara Jepang peninggalan Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Sebuah makam salah satu pemimpin tentara Jepang yang menjadi korban pada Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Papan bertuliskan pesan moral "Hargailah Nilai-Nilai Sejarah" di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Wisatawan menuruni anak tangga Gua Binsari tempat persembunyian tentara Jepang pada Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Wisatawan mengambil gambar cahaya yang masuk di mulut Gua Binsari tempat persembunyian tentara Jepang pada Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Wisatawan mengambil gambar cahaya yang masuk di mulut Gua Binsari tempat persembunyian tentara Jepang pada Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Wisatawan melihat berbagai amunisi milik tentara Jepang sisa Perang Dunia II di area wisata Gua Jepang, Biak, Papua.
Penjaga lokasi wisata Gua Jepang menunggu wisatawan di ruangannya, Biak, Papua.
Pulau Biak, Papua merupakan tempat mempesona bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan alam lautnya, namun menelusuri tempat-tempat bersejarah peninggalan Perang Dunia II di sana, juga tak kalah menarik.

Tujuh puluh tahun silam, pulau yang di utara Papua itu menjadi saksi bisu sengitnya peperangan antara Jepang dan Sekutu. Salah satunya saksi bisu itu adalah Gua Binsari, gua yang berjarak 30 menit perjalanan dari pusat Kota Biak itu memiliki nama asli Abyab Binsari, yang berarti 'Gua Nenek'. Konon dulu pernah dihuni seorang nenek sebelum diduduki balatentara Jepang.

Baca SemuaGua itu digunakan untuk persembunyian sekaligus tempat persedian logistik, dan pertahanan bagi tentara Jepang. Namun dihancurkan oleh tentara sekutu dibawah Jenderal Douglas McArthur tahun 1944, diperkirakan tak kurang dari 6000 tentara Jepang terkubur hidup-hidup di dalamnya.

Kini kawasan itu menjadi tujuan wisata, pengunjung bisa melihat secara langsung sisa-sisa peninggalan perang, mulai dari berbagai jenis amunisi, helm tentara, serta berbagai jenis benda peninggalan lainnya, bahkan sisa-sisa tulang belulang tentara Jepang yang terletak di kawasan di sekitar gua.

Dengan sedikit berjalan memasuki hutan, pengunjung akan tiba di mulut Gua Binsari, kesan sunyi mistis langsung menyergap ketika perjalanan dilanjutkan ke dalam gua, maklum di tempat ini ribuan tentara menemui ajalnya akibat serangan sekutu. Namun aroma mistis itu berbaur dengan keindahan gua yang dipenuhi stalaktit di langit-langitnya, serta bisa sinar matahari menyelinap menerangi sekitar mulut gua.

Berbagai pesan terpampang saat akan menuju gua, salah satunya “Hargailah Nilai-Nilai Sejarah” dengan harapan pengunjung selalu dapat menghargai berbagai peninggalan sejarah dan tidak merusak lingkungan sekitarnya.

Foto dan Teks: Muhammad Adimaja

Ringkas
Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use