RAMADAN DI ARMENIA

Blue Mosque of Yerevan dibangun pada 1766 di masa pemerintahan Hussein Ali Khan, memiliki lebar 66 meter dengan panjang 97,2 meter dan sebuah menara setinggi 24 meter.
Lambang Masjid Biru Yerevan atau Blue Mosque of Yerevan dibangun pada 1766 di masa pemerintahan Husein Ali.
Pintu masuk Blue Mosque of Yerevan yang berdiri di tepi jalan Mashtots Avenue, Yerevan.
Panduan busana untuk memasuki Blue Mosque of Yerevan.
Menara Masjid Biru Yerevan atau Blue Mosque of Yerevan setinggi 24 meter.
Pengajian yang dipimpin oleh Imam Masjid Ahmed Shajaan sebelum berbuka puasa pada hari pertama Ramadan di Blue Mosque of Yerevan.
Dua pengurus masjid mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadan.
Pengurus masjid mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadan.
Jemaah menunaikan salat Magrib pada hari pertama Ramadan di Blue Mosque of Yerevan.
Hidangan berbuka yang disuguhkan adalah sepotong roti, segelas teh manis, tiga biji kurma, telur rebus, keju, irisan mentimun dan tomat.
Jemaah berbuka puasa pada hari pertama Ramadan di Blue Mosque of Yerevan.
Kotak persembahan jemaah yang menempel di dinding luar Masjid Biru Yerevan atau Blue Mosque of Yerevan.
Terlindung di antara gedung-gedung apartemen di tepi jalan ramai Mashtots Avenue nomor 12, berdirilah satu-satunya masjid yang masih aktif di negeri Armenia yang dikenal sebagai Masjid Biru atau Blue Mosque of Yerevan.

Masjid Biru tersebut dibangun pada tahun 1766 atas perintah Hussein Ali Khan yang kala itu menjadi Gubernur Yerevan. Terdapat ruang salat seluas 442 meter persegi, kubah utama setinggi 20 meter dan menara setinggi 24 meter. Selain itu juga terdapat sebuah ruangan perpustakaan, galeri foto, dan 26 ruang kelas untuk belajar agama.

Baca SemuaPada hari pertama bulan Ramadan 2017, beberapa pengurus masjid yang umumnya adalah warga Armenia keturunan Persia, tampak sibuk menyiapkan tempat untuk mengaji dan berbuka puasa bersama.

Saat memasuki masjid dengan warna karpet serba merah itu, sekitar 15 orang pria dewasa sedang mengaji bergantian, dipimpin Imam Masjid Ahmed Shajaan, sementara di sudut ruangan lain, beberapa orang, termasuk anak-anak menyiapkan hidangan untuk berbuka.

Hidangan berbuka yang disuguhkan di atas plastik sepanjang empat meter dengan diameter 50 cm untuk masing-masing orang, berupa: sepotong roti, segelas teh manis, segelas susu, tiga biji kurma, telur rebus, keju, irisan mentimun, dan tomat.

Armenia merupakan sebuah negara yang berada di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia dan masih berada di wilayah Benua Asia. Namun sama halnya dengan Turki, negara ini juga menginginkan agar bisa menjadi bagian dari Uni Eropa.

Mayoritas agama masyarakat Armenia adalah Kristen. Pada 301 M, Armenia adalah negara pertama di dunia yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi yang dideklarasikan oleh Raja Tiridates III. Dalam perkembangannya sekarang sudah ada toleransi untuk memeluk agama lain.

Agama Kristen dipeluk 97 persen populasi Armenia, disusul Katolik dan Kristen Ortodoks, sementara pemeluk Islam terhitung satu persen dari populasi atau sekitar ribuan jiwa.

Hingga saat ini pemerintah Armenia tetap mempertahankan keberadaan Masjid Biru yang berada di negara itu termasuk kenyamanan jemaahnya saat bulan Ramadan berlangsung.

Foto dan Teks: Hermanus Prihatna

Ringkas
Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use