MASJID JAWA DI NEGERI GAJAH PUTIH

Umat Muslim usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Umat Muslim menunggu waktu salat di Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Umat Muslim berada di Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Umat Muslim menunggu waktu salat di Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Selamat (kiri) dan Abu Kosim keturunan Jawa tertua di kampung Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Umat Muslim berbincang di Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Papan pengumuman di Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Aktivitas warga di Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Aktivitas warga di kampung Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Suasana permakaman di kampung Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
Umat Muslim melintas di depan Masjid Jawa, Sathorn, Bangkok, Thailand.
“Koe wong Jowo?, Bapakku wong Kendal, Jawa Tengah” (kamu orang Jawa?, Bapakku orang Kendal, Jawa Tengah), tanya Selamat, seorang umat muslim Thailand keturunan Jawa, pertanyaan tersebut yang kerap dilontarkan oleh warga keturunan Jawa kepada tamu asal Indonesia saat berkunjung di Masjid Jawa Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand.

Dari dokumen yang ada disebutkan, masjid Jawa didirikan pada Juni-September pada era Rathanakosin (periode Rama V) tahun 2440 dalam tahun Thailand, atau bertepatan pada bulan Muharam 1326 Hijriah atau 1906 di kalender Masehi. Arsitektur masjid Jawa sangat kental dengan gaya masjid di tanah Jawa, atap limas berundak tiga yang biasa ditemui di masjid-masjid tua Indonesia.

Baca SemuaBangunan utama masjid berbentuk segi empat ukuran 12 x 12 meter dengan saka guru (empat pilar di tengah yang menjadi penyangga). Di depan masjid terdapat beberapa ruangan untuk mengaji dan kelas untuk warga keturunan Jawa belajar bahasa Indonesia.

Berdasarkan catatan dari National Archives of Thailand (NAT) keberadaan orang Jawa di Thailand pada awalnya saat kunjungan Raja Rama V Chulalongkorn ke Kebun Raya Bogor, kemudian Pemerintah Kerajaan Thailand mendatangkan pekerja dari Jawa untuk membangun sebuah taman agar mirip dengan Kebun Raya Bogor.

Meski tidak semua warga tidak bisa berbahasa Jawa dan Indonesia, tetapi ada sebagian budaya Jawa yang melekat erat, di antaranya tradisi kenduri dan sungkeman. Keberadaan Masjid Jawa di Bangkok menjadi tempat melepas rindu bagi pendatang asal Jawa di Bangkok, Thailand.

Selamat (67), sesepuh warga kampung Jawa mengatakan, di samping masjid itu rumah Erfaan Dahlan, putra Ahmad Dahlan dari Yogyakarta. Dia menikah dengan keturunan Jawa yang juga warga Thailand dan melahirkan 10 anak yang kesemuanya tinggal di Thailand.

Warga keturunan Jawa hidup damai dengan warga Thailand yang mayoritas beragama Buddha dan hingga saat ini Pemerintah Thailand memberikan kenyamanan beribadah dengan memperbanyak tempat makan halal di kota Bangkok sebagai destinasi wisata halal.

Foto dan Teks: Hendra Nurdiyansyah

Ringkas
Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use