MEMBUKA JENDELA DUNIA LEWAT DESA BAHASA

Pesepeda motor melintas di gapura Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Warga melintas di gapura Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Prasasti pencanganan Gerakan "Indonesia Speaks English" oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Suasana ruangan di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Peserta berlatih bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Peserta melihat peta lokasi Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Deretan buku belajar bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Peserta berlatih bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Peserta berlatih bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Daftar sejumlah tamu yang pernah datang dan belajar di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Peserta berlatih bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Staf pengajar, Miftah, menata cendera mata yang dijual di di Desa Bahasa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Desa Bahasa Borobudur, sekilas tampak seperti desa-desa pada umumnya, namun dari desa sinilah para anak muda kampung terbina secara fasih menguasai bahasa Inggris. Tempat berguru bahasa Inggris secara informal tersebut terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Berawal dari keinginan membantu masyarakat Borobudur khususnya Desa Ngargogondo agar mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris, Hani Sutrisno, bekas pedagang asongan Candi Borobudur, memberanikan diri untuk membuka kursus bahasa Inggris bagi masyarakat sekitar, karena makin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung di kawasan Borobudur, yang menuntut penguasaan bahasa Inggris bagi warga sekitar.

Baca SemuaDesa Bahasa Borobudur ini telah ada sejak 1998, sempat mati suri beberapa tahun, hingga tahun 2011 kembali aktif dengan semangat dan standar baru, bahkan di tahun 2013 silam, Menteri BUMN Dahlan Iskan mencanangkan Gerakan "Indonesia Speaks English" dari desa tersebut.

Metode-metode pembelajaran khusus yang diterapkan di Desa Bahasa Borobudur membuat belajar berbahasa menjadi lebih gampang dan menyenangkan jauh dari kesan sulit. Dengan teknik 'listening' dan 'drilling' para peserta cukup mendengarkan, menirukan dan mengucapkan.

Meski letaknya di tengah pedesaan, namun antusias peserta baik dari sekitar lokasi maupun dari luar daerah sangatlah tinggi. Perlu diketahui, dari awal berdiri hingga kini peserta dari tujuh dusun di desa Ngargogondo dibebaskan dari biaya. Maka wajar jika dari awal berdiri hingga sekarang jumlah peserta kursus telah mencapai sekitar 10 ribuan orang. Seperti sebuah ungkapan, bahasa jendela dunia, diharapkan dengan keberadaan Desa Bahasa Borobudur ini mampu membuka jalan menciptakan masyarakat melek bahasa internasional.

Foto dan Teks: Sigid Kurniawan

Ringkas
Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use