Inovasi pertanian melon berkelanjutan di Ngawi

  • 7 September 2026 12:43 WIB
Petani muda mengecek sistem irigasi tetes pada media tanam sebelum menanam melon dengan menerapkan inovasi pertanian berkelanjutan di rumah kaca Ladang Arunika, Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur, Senin (7/9/2026). Budi daya melon tersebut menggunakan sistem hidroponik irigasi tetes dengan media cocopeat atau serbuk sabut kelapa serta memanfaatkan limbah biomassa sisa panen sehingga petani dapat membudidayakan varietas unggul Fujisawa, Sweetnet, Hami, dan Dalmation yang dapat dipanen hingga empat kali setahun dengan tingkat kemanisan 15-16 Brix dan produksi mencapai 1,3 ton setiap panen, kemudian memasarkannya dengan harga Rp30.000-Rp45.000 per kilogram melalui wisata petik melon serta jaringan supermarket di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.
Foto Terkait
Standar
Informasi Foto
Ukuran Foto
5000x3333
Ukuran Berkas
4.04 MB
Disiarkan
07/09/2026 12:43 WIB
Fotografer
Ari Bowo Sucipto
Editor
Rahmadi Rekotomo