Dapur Masuk Sekolah untuk cegah stunting

Nova Wahyudi

Denting peralatan memasak yang beradu dan suara kobaran api dari kompor gas menambah keramaian suasana pagi itu. Terlihat sejumlah pria berbadan tegap sibuk mengiris sayuran dan menuangkan air ke dalam susu bubuk. Itulah gambaran suasana dapur militer yang didirikan Prajurit Kodam II/Sriwijaya di halaman SD Negeri 118 Palembang, Sumsel.

Dapur tersebut didirikan sebagai upaya membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting yang diberi nama Dapur Masuk Sekolah. Program yang diluncurkan sejak 22 September 2023 yang lalu itu sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dari Kodam II/Sriwijaya dalam membantu meningkatkan gizi dan kesehatan pada anak serta mencegah stunting menuju generasi penerus masa depan bangsa yang sehat dan cerdas.

Selain menurunkan angka stunting, program tersebut juga membantu anak-anak  sekolah yang memiliki tingkat ekonomi kurang mampu di lingkungan tempat tinggalnya, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan dan bela negara sejak dini.

Tenda yang digunakan prajurit TNI AD untuk memasak saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Prajurit TNI AD memasak makanan di tenda yang didirikan di halaman SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Setiap minggunya, sekolah yang didatangi prajurit TNI AD ini selalu berganti-ganti dan hingga menjangkau sekolah yang berada di wilayah pinggiran Kota Palembang.

Dalam mendukung acara "Dapur Masuk Sekolah", Prajurit Bekangdam II/Sriwijaya menyiapkan 300 paket makanan empat sehat lima sempurna melalui Dapur Lapangan yang didirikannya itu. Paket makanan empat sehat lima sempurna itu terdiri dari nasi, tahu, tempe, semur telor, sop ayam kacang merah, kerupuk dan susu yang didistribusikan untuk siswa/siswi kelas 1 dan 2 SD.

Berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) angka prevalensi stunting atau tengkes di Sumatera Selatan mengalami penurunan secara drastis dari kurun waktu satu tahun terakhir yaitu pada tahun 2021 angka stunting di Sumatera Selatan mencapai 24,8 persen. Sementara, pada tahun 2022 menurun secara signifikan menjadi 18,6 persen.

Prajurit TNI AD memotong sayuran saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Dua prajurit TNI AD memilah menu makanan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 118 Palembang, Sumatera Selatan.

Dapur Masuk Sekolah bukan hanya ada di Palembang saja, program tersebut juga dilaksanakan di sejumlah wilayah Sumbagsel yakni di Provinsi Lampung, Bengkulu, Jambi dan Kepulauan Bangka  Belitung (Babel) yang dilaksanakan oleh Lima Korem dan 32 Kodim dengan cara mendatangi secara langsung ke sekolah-sekolah.

Dengan adanya program Dapur Masuk Sekolah tersebut, dapat menginspirasi dan memotivasi segenap komponen masyarakat untuk turut peduli dan siap ambil bagian dalam membantu mengatasi terjadinya gizi buruk di lingkungan sekitarnya.

 

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) antre untuk mengambil makanan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 118 Palembang, Sumatera Selatan.

Menu makanan yang disajikan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Siswa Sekolah Dasar (SD) minum susu dan menyantap makanan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Sejumlah prajurit TNI AD membantu siswa mengambil makanan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) makan bersama saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 118 Palembang, Sumatera Selatan.

Seorang anggota TNI membawakan makanan untuk siswa saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Siswa Sekolah Dasar (SD) membawa nampan berisi makanan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) menyantap makanan saat pelaksanaan program dapur masuk sekolah di SD Negeri 205, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

Foto dan teks : Nova Wahyudi

Editor : Puspa Perwitasari

Lisensi

Pilih lisensi yang sesuai kebutuhan
Rp 3.000.000
Reguler
Editorial dan Online, 1024 px, 1 domain
Rp 7.500.000
Pameran dan Penerbitan
Pameran foto, Penerbitan dan Penggunaan Pribadi