Suara pertama dari calon ibu kota baru Indonesia

Rivan Awal Lingga

Pemilihan Umum telah memanggil kita

Sluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi Pancasila

Suasana Titik Nol Nusantara di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Suasana pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya

Pengemban ampera yang setia

Sejumlah truk yang membawa logistik Pemilu 2024 melintasi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) melakukan persiapan pemungutan suara untuk pekerja Ibu Kota Nusantara (IKN) di tempat pemungutan suara di rest area Bumi Harapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Di bawah Undang-Undang Dasar Empat Lima

Kita menuju ke pemilihan umum

Begitulah lirik lagu "Mars Pemilu" karya Mochtar Embut. Lagu bertempo cepat itu diciptakan tahun 1970 oleh komponis yang dilahirkan pada 5 Januari 1934 dan wafat pada 20 Juli 1973. 

Warga menunjukkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pekerja bersiap untuk menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2024 di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Penggalan lirik "Sluruh rakyat menyambut gembira" dalam lagu tersebut seolah menjadi luapan kebahagiaan warga di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dalam menyambut Pemilu 2024.

Di bawah cakrawala yang merona dalam cahaya matahari pagi, masyarakat dan para pekerja IKN Nusantara bersiap menorehkan jejak penting untuk pertama kalinya pemungutan suara Pemilu 2024 digelar di wilayah yang telah ditetapkan menjadi calon ibu kota baru Indonesia.

KPU Kabupaten Penajam Paser Utara menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Kecamatan Sepaku sebanyak 28.640 jiwa, termasuk pekerja pembangunan Kota Nusantara berjumlah 304 jiwa yang berasal dari luar Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pekerja bersiap untuk menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2024 di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Warga antre di depan tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 di Pemaluan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Di tempat pemungutan suara (TPS) lokasi khusus, barisan bilik suara berdiri tegak seperti prajurit-prajurit yang siap mengawal rahasia suara demi suara untuk mendekati keberkahan demokrasi. 

Sementara itu semerbak aroma kebebasan dan tanggung jawab melayang di udara, menyatu dengan dentingan dan gemerlap suara-suara hati yang bergegas menuju bilik-bilik tersebut membawa serta impian, harapan, dan cita-cita yang terpatri dalam diri setiap pemilih.

Petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) terlihat sigap dan cekatan menjalankan tugas mereka dengan penuh dedikasi dan ketelitian dalam menjaga kotak suara agar aman dan selalu terlindungi. 

Warga menunggu panggilan untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024 di tempat pemungutan suara, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Warga memasukkan surat sura ke dalam kotak suara usai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 di tempat pemungutan suara di Pemaluan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pemilu pertama di IKN Nusantara bukan hanya sekadar proses, melainkan sebuah perjalanan di mana setiap langkah dan suara memiliki arti untuk mengukir sejarah demokrasi di negeri ini.

Warga menunjukkan jari yang telah dicelup tinta usai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 di Pemaluan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Petugas menghitung suara pada Pemilu 2024 di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pengendara sepeda motor dengan atribut dan bendera Merah Putih melintas di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Foto & teks: Rivan Awal Lingga

Editor: R Rekotomo

Lisensi

Pilih lisensi yang sesuai kebutuhan
Rp 3.000.000
Reguler
Editorial dan Online, 1024 px, 1 domain
Rp 7.500.000
Pameran dan Penerbitan
Pameran foto, Penerbitan dan Penggunaan Pribadi