Menjaga Merah Putih di Batas Negeri

M Risyal Hidayat

NKRI…Harga Mati!

NKRI…Harga Mati!

NKRI…Harga Mati!

Prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Mar Pam Puter XXX melakukan apel sebelum patroli patok perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Satgas Mar Pam Puter XXX berjalan untuk melakukan patroli patok perbatasan di Pulau Sebatik.

Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Mar Pam Puter) XXX di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara berteriak lantang sebelum mengakhiri apel tugas operasi harian.

Pulau Sebatik sebagai salah satu wilayah strategis membutuhkan perhatian khusus karena langsung berbatasan dengan Malaysia.

Pulau Sebatik, dengan luas sebesar 452,2 km2, terbagi menjadi dua bagian yakni bagian selatan dimiliki Indonesia dan wilayah utara masuk negara Malaysia.

Satgas Mar Pam Puter XXX mengecek patok batas di Pulau Sebatik.

Satgas Mar Pam Puter XXX mengecek koordinat patok batas.

Satgas Mar Pam Puter XXX yang dikomandani Kapten (Mar) Ahmad Rizwan melakukan patroli rutin di kawasan pesisir dan titik-titik rawan untuk mencegah berbagai pelanggaran lintas batas, seperti penyelundupan barang, perdagangan ilegal, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu kedaulatan Indonesia.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat perbatasan, prajurit Korps Marinir TNI AL memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat kehadiran negara di Sebatik sebagai wilayah terdepan di utara Indonesia.

Sebanyak 130 orang prajurit senantiasa bersiaga di tujuh titik wilayah RI yang membentang di ujung timur hingga barat Pulau Sebatik. Tujuh titik itu di antaranya, Tanjung Aru, Sungai Pancang, Sungai Bajau, Sungai Taiwan, Balansiku, Tembaring hingga Bambangan.

Satgas Mar Pam Puter XXX melakukan patroli patok perbatasan perairan menggunakan perahu karet di Pulau Sebatik.

Satgas Mar Pam Puter XXX menaiki kapal nelayan saat melakukan patroli patok perbatasan perairan.

Perbatasan Indonesia-Malaysia di Sebatik ditandai sebanyak 144 patok. Korps Marinir TNI AL berkolaborasi dengan Yonkaf 13/SL TNI AD dan sejumlah satuan untuk menjaga patok batas tersebut.

Dalam penugasannya, Korps Marinir TNI AL berjaga di sepanjang pesisir perbatasan. Setiap pintu masuk dan keluar utamanya di dermaga-dermaga kecil dijaga ketat dan melakukan pemeriksaan barang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia.

Dengan karakteristik wilayah yang didominasi perairan, kemampuan mobilitas dan operasi amfibi Korps Marinir menjadi keunggulan dalam menjalankan tugas tersebut.

Satgas Mar Pam Puter XXX memeriksa barang bawaan nelayan saat melakukan patroli patok perbatasan.

Satgas Mar Pam Puter XXX mengecek senjata yang digunakaan saat melakukan patroli patok perbatasan.

Tantangan menjaga wilayah perbatasan tidak hanya datang dari kondisi geografis, tetapi juga dari dinamika sosial masyarakat setempat.

Karena itu, pendekatan persuasif dan humanis menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas para prajurit sehingga masyarakat pun dapat menerima mereka dengan baik.

Kehadiran prajurit Korps Marinir di Sebatik tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan kedaulatan, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah di kawasan perbatasan.

Satgas Mar Pam Puter XXX memeriksa barang bawaan yang dibawa menggunakan mobil bak terbuka saat memasuki wilayah Indonesia di Pulau Sebatik.

Prajurit Korps Marinir TNI AL memasang Bendera Merah Putih di depan rumah warga di Pulau Sebatik.

 

Prajurit Korps Marinir TNI AL membantu warga memasang Bendera Merah Putih yang dibagikan secara gratis di pesisir Pulau Sebatik.

Satgas Mar Pam Puter XXX mengobati kaki dari warga yang terluka di Pulau Sebatik.

Foto & teks : M Risyal Hidayat

Editor : Wahyu Putro A

Lisensi

Pilih lisensi yang sesuai kebutuhan
Rp 1.500.000
Reguler
Editorial dan Online, 1024 px, 1 domain
Rp 5.000.000
Pameran dan Penerbitan
Pameran foto, Penerbitan dan Penggunaan Pribadi