Perisai Trisila Nusantara, tameng kedaulatan bangsa

Muhammad Adimaja

Skenario pendudukan pantai oleh musuh telah terdeteksi. Dalam hitungan waktu, rencana operasi pendaratan amfibi langsung disusun. Tiga matra yang dikenal sebagai Perisai Trisila Nusantara pun dikerahkan untuk merebut kembali kedaulatan NKRI. Begitulah sebuah awalan dari kegiatan latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026.

Bertempat di Daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep, Kepulauan Riau, latihan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan.

Operasi dibuka oleh serangan udara TNI AU. Jet tempur Rafale dan F-16 meraung membawakan amunisi bom MK-82, sementara armada Airbus A400M menerjunkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk menguasai bandara strategis musuh.

Prajurit Komando Pasukan Katak mengintai musuh dalam operasi peranjauan atau mengamankan wilayah pesisir dari ranjau musuh.

Prajurit Komando Pasukan Katak meledakkan ranjau musuh.

Dari kedalaman laut, prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL menyusup ke permukaan setelah menuntaskan operasi peranjauan dan sabotase kabel bawah air. Dari geladak KRI Soeharso-911, Unmanned Sea Vehicle (USV) Kamikaze diluncurkan untuk melumpuhkan instalasi listrik musuh yang ada di laut.

Tak lama setelah jaringan musuh dipadamkan oleh serangan siber, peluru kendali C-705 meluncur dari KRI Sampari-628 yang bergerak menuju sasaran darat. Jajaran kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331 terus menghujani pantai, disusul dentuman Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir untuk membuka jalan bagi kendaraan pendarat.

Gelombang pendaratan dimulai. Tank amfibi BMP-3F, LVT-7, dan Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) menembus ombak bibir pantai. Begitu rampa belakang LVT-7 terbuka, para kesatria baret ungu melesat menerjang pertahanan musuh. Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL mulai menurunkan serta menyiapkan senjata artileri Howitzer untuk memperkuat pertahanan di wilayah pantai.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Mohamad Tonny Harjono (kiri) memantau jalannya Operasi TNI Terintegrasi 2026.

Prajurit Korps Marinir TNI AL mulai menuju bibir pantai menggunakan kendaraan tempur amfibi BMP-3F, Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA), dan kendaraan tempur pendarat amfibi LVT-7.

Penutup operasi hadir dari udara, Pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD terjun bebas dari pesawat Hercules C-130 untuk mengepung dan memukul mundur sisa-sisa kekuatan musuh sehingga wilayah yang tadinya dikuasai musuh berhasil kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Tak sekedar sebagai latihan biasa, latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 menjadi momentum untuk menyiapkan para prajurit bangsa ini untuk kemungkinan dari direbutnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh negara lain. Dengan latihan yang mengintegrasikan berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini ini, keutuhan wilayah NKRI dapat terus terjaga. NKRI Harga Mati!

 

Prajurit Korps Marinir TNI AL menuju pantai menggunakan kendaraan tempur amfibi BMP-3F saat melakukan pendaratan.

Prajurit Korps Marinir TNI AL menuju pantai menggunakan kendaraan tempur pendarat amfibi LVT-7 saat melakukan pendaratan di wilayah musuh.

 

Prajurit Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL menyiapkan senjata Howitzer dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026 .

Drone laut atau kapal permukaan tak berawak milik TNI AL meledakkan target sasaran.

Prajurit Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL melakukan serangan menggunakan senjata Howitzer ke arah pertahanan musuh dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026 .

Pesawat AU Airbus A400M dan Rafale TNI AU terbang untuk melakukan serangan ke wilayah musuh dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026.

Prajurit TNI AD Batalyon Infanteri 328/Dirgahayu melakukan operasi penerjunan ke wilayah pertahanan musuh.

Prajurit Korps Marinir TNI AL bersiap keluar dari kendaraan tempur pendarat amfibi LVT-7 untuk melakukan pertempuran dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026.

Prajurit Resimen Artileri Korps Marinir TNI AL menyerang wilayah musuh dengan menggunakan tank amfibi BMP-3F dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026.

Prajurit Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL berpose usai melaksanakan latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026.

Foto dan Teks : Muhammad Adimaja

Editor : Fanny Octavianus

Lisensi

Pilih lisensi yang sesuai kebutuhan
Rp 1.500.000
Reguler
Editorial dan Online, 1024 px, 1 domain
Rp 5.000.000
Pameran dan Penerbitan
Pameran foto, Penerbitan dan Penggunaan Pribadi