Merawat energi, menyimpan masa depan

Maulana Surya

Pengembangan energi menjadi salah satu perhatian utama Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Saat mengunjungi salah satu pabrik kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada 9 April 2026, Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan kemandirian energi nasional melalui percepatan transisi menuju energi bersih dan terbarukan.

Presiden optimistis Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah. Namun, pemerintah perlu mengelolanya secara bijak dengan tetap mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan berdirinya Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS). Di salah satu sudut Kota Surakarta, Jawa Tengah, para peneliti PUI-TPEL UNS mengembangkan teknologi baterai dalam negeri dari hulu hingga hilir.

Pegawai menggunakan sepeda listrik produksi PUI-TPEL UNS di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Sejumlah mahasiswa meneliti pengembangan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

“Kami yakin baterai akan menjadi salah satu teknologi kunci di masa mendatang,” ujar Agus Purwanto, dosen sekaligus Guru Besar Program Studi Teknik Kimia UNS dan Kepala PUI-TPEL UNS.

Agus mengatakan pemerintah Indonesia saat ini menempatkan baterai dan kendaraan listrik sebagai salah satu sektor prioritas nasional. Menurut dia, cadangan mineral yang melimpah memberi Indonesia modal besar untuk mengembangkan industri baterai.

PUI-TPEL UNS resmi berdiri pada 2020 sebagai pusat unggulan teknologi penyimpanan energi di lingkungan UNS. Namun, embrio lembaga ini telah tumbuh jauh sebelumnya melalui akumulasi riset baterai dan kendaraan listrik yang dirintis sejak pencanangan program Mobil Listrik Nasional (MOLINA) pada 2012.

Bahan baku dan alur produksi baterai serta sistem penyimpanan energi dipamerkan di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Peneliti menunjukkan nikel sulfat sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai dan sistem penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Para peneliti kemudian mengonsolidasikan berbagai riset tersebut agar pengembangan teknologi dapat berlanjut, mulai dari fabrikasi dan pengujian hingga hilirisasi. Mereka juga mengembangkan pengelolaan limbah produksi baterai untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Hingga kini, PUI-TPEL UNS menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku industri nasional, BUMN, lembaga penelitian, universitas luar negeri, hingga pusat riset internasional.

Hasil pengembangan teknologi PUI-TPEL UNS telah melahirkan sejumlah kendaraan listrik. Sepeda, sepeda motor, hingga bemo bertenaga baterai kini digunakan untuk mendukung aktivitas pegawai di lingkungan kampus UNS.

Mahasiswa meneliti pengembangan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Mahasiswa melakukan praktik penelitian dan pengembangan teknologi baterai serta penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

PUI-TPEL UNS juga membawa pengembangan teknologi tersebut keluar dari lingkungan kampus. Bersama PT Batex, PUI-TPEL UNS mengembangkan produksi baterai litium. Kedua pihak kemudian bekerja sama dengan PLN untuk menguji coba prototipe alat penghematan energi listrik.

Para peneliti menguji prototipe tersebut di sejumlah lokasi dengan kebutuhan energi yang beragam. Mereka menggunakannya untuk konsumsi listrik rumah tangga di kawasan wisata Pangandaran, Jawa Barat; rumah produksi UMKM di Wonogiri, Jawa Tengah; serta aktivitas nelayan tambak di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Prototipe tersebut bahkan telah dikirim ke Aceh untuk memenuhi kebutuhan listrik warga yang terdampak bencana alam. Dari ruang-ruang riset di kampus, teknologi itu perlahan menemukan jalannya menuju masyarakat yang membutuhkan.

Peneliti mengembangkan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Peneliti mengembangkan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

“Harapannya, PUI-TPEL UNS ke depan menjadi pusat unggulan berkelas dunia yang mampu menghasilkan inovasi teknologi penyimpanan energi yang berdampak nyata bagi masyarakat, memperkuat kemandirian industri baterai nasional, mempercepat hilirisasi hasil riset, serta mendukung transisi menuju sistem energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia,” kata Agus Purwanto.

Di balik riset, baterai, dan deretan prototipe yang terus dikembangkan, tersimpan sebuah cita-cita yang lebih besar: menghadirkan kemandirian energi bagi Indonesia. Dari laboratorium dan ruang-ruang riset, harapan itu dirawat agar suatu hari tidak berhenti sebagai angan-angan, tetapi tumbuh menjadi kenyataan.

Peneliti menguji performa sel baterai menggunakan Battery Testing System (BTS) dalam pengembangan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.

Pegawai menyelesaikan tahap akhir produksi sepeda dan motor listrik di PUI-TPEL UNS, lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Pegawai memeriksa becak listrik produksi PUI-TPEL UNS di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Peneliti mengembangkan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Pusat Unggulan Iptek Teknologi Penyimpanan Energi Listrik (PUI-TPEL) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah.

Karyawan PT Batek menyiapkan perangkat penghemat energi untuk bantuan ke lokasi bencana di Aceh sebelum dikirim dari PUI-TPEL UNS, Surakarta, Jawa Tengah.

Karyawan PT Batek, binaan PUI-TPEL, menguji prototipe alat penghemat energi hasil kerja sama dengan PLN untuk menghemat konsumsi listrik di rumah produksi UMKM di Klaten, Jawa Tengah.

Karyawan PT Batek, binaan PUI-TPEL, memeriksa stabilitas aliran listrik saat menguji prototipe alat penghemat energi hasil kerja sama dengan PLN untuk kebutuhan listrik rumah tangga di Kampung Jajar, Solo, Jawa Tengah.

Foto dan teks: Maulana Surya

Editor: Ismar Patrizki

Lisensi

Pilih lisensi yang sesuai kebutuhan
Rp 1.500.000
Reguler
Editorial dan Online, 1024 px, 1 domain
Rp 5.000.000
Pameran dan Penerbitan
Pameran foto, Penerbitan dan Penggunaan Pribadi